Review Asus E200H

Review asus E200H akan saya bahas pada artikel ini secara singkat. Seperti artikel yang sudah-sudah, jika review pasti saya tentu akan berbagi pengalaman saja ya. Jadi, mohon maaf kalau apa yang saya tulis ini singkat tapi padat dan jelas. Asus E200H merupakan salah satu laptop yang cukup ringan dan tipis. Orang lain lebih banyak menyebut laptop ini dengan versi Asus Vivobook.

Oh ya, saya jelaskan terlebih dahulu ya bahwa saya membei laptop ini dalam kondisi second dengan minus harus di charge serta pada bagian layarnya terdapat putih di pinggirannya. Sebenarnya, ini merupakan kendala yang sangat sering terjadi pada semua jenis notebook. Bagaimana pengalaman saya menggunakan laptop asus E200H?

Ini pertama kalinya saya mengguakan laptop dengan ukuran yang tipis dan kecil. Untuk jari saya yang cukup panjang memang awalnya akan kerepotan, setiap bagiannya sangat padat dan membuat saya harus extra bekerja dengan lebih saat mengetik. Saya memiliki hobi menulis, dan saya pikir memang laptop ini cukup untuk memenuhi kebutuhan saya.

Saya setiap hari menulis, kebetulan pekerjaan saya juga dalam hal administrasi yang mengharuskan untuk melakukan pengetikan secara cepat. Jadi, setelah bekerja malamnya saya menyalurkan hobi dengan menulis artikel diblog. Menggunakan Asus E200H membuat saya berpikir bahwa meskipun laptop ini mungil ternyata tidak bisa disepelekan.

Menggunakan prosesor Intel Atom X5 dengan RAM 2 GB dan ROM 32 GB ternyata masih bisa optimal di era sekarang. Kok bisa RAM hanya 2 dan ROM 32 GB tapi optimal? Ternyata, inilah keunggulan dari laptop yang mungil ini. Meskipun ROMnya hanya 32 GB ternyata itu sudah SSD dengan tipe Samsung BGND3R.

Saya sangat suka dengan penggunaan SSD pada laptop, seperti pada laptop yang sebelumnya saya miliki yaitu menggunakan SSD Pionner. Pada laptop ini menggunakan SSD dengan merk Samsung yang sudah jelas akan kualitasnya. Lalu, apa saja yang saya install pada laptop kecil ini? Beberapa yang saya install antara lain office, chrome dan tools untuk coding seperti Sublime dan balsamiq. Sudah hanya ada tools itu saja Hehehe.

Nah, saat saya mengetik artikel ini saya sedang menjalan chrome, word dan mendengarkan musik. Beginilah penampakan dari task managernya, dan silahkan anda bisa menilainya sendiri ya.

Jika kita lihat berdasarkan gambar diatas, memori RAM yang tersedia hanya sisa 700 MB saja. Oh ya, disini saya menggunakan windows 10 Home ya. Kemudian, untuk CPU yang berjalan 1.58 Ghz saat itu. Ingin tahu bagaimana kondisi dari memorinya sebesar 32GB?

Inilah kapasitas memori asus E200H yang sudah digunakan. Sangat kecil bukan? Wkwkwk, saya pun berpikiran demikian. Untungnya, saya hanyalah orang yang suka mengetik dan begitu sudah di posting langsung saya hapus begitu saja. Oh ya, SSDnya tidak bisa di upgrade namun ada tersedia slot untuk menambahkan micro SD tambahan. Jadi, anda tidak perlu khawatir mengenai slot untuk memorinya tersebut.

Kesimpulan review asus E200H menurut saya laptop ini sangat cocok untuk digunakan pada pemula yang ingin menggunakan laptop. Atau, juga bisa digunakan untuk mereka yang sering berpergian karena untuk beratnya sendiri tidak lebih dari 1Kg. Sangat mungil bukan?

Meskipun begitu, ada hal yang tetap harus anda perhatikan seperti memori C sangatlah kecil. Jika dibandingkan dengan yang laptop lainnya, tentu sangatlah kecil. Jadi, tidak bisa melakukan banyak install aplikasi di memorinya. Bagaimana jika untuk keperluan seperti Work From Home? Jika keperluan anda hanya mengetik tentu masih sangat cukup.

Berbeda lagi jika keperluannya sudah untuk melakukan editing, program dan yang berat-berat lainnya maka sudah tidak bisa dilakukan lagi. Saran saya juga jika anda menggunakan aotp ini maka harus mempersiapkan hardisk atau flashdisk tambahan. Sekian pengalaman yang bisa saya bagikan mengenai review asus E200H, jika anda memiliki pertanyaan, silahkan bisa sampaikan langsung di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment